PELUNCURAN UJI COBA PERDANA RUDAL DARI KOREA UTARA HINGGA ARTILERI LARAS JAUH

Pelepasan perdana rudal dari Koere Utara yang dimaksudkan untuk uji coba dari dua proyektil yang tidak diketahui ini pertama kalinya pada tahun 2020. Menurut JCS atau Joint Chiefs of Staff yang mengutarakan bahwa dua proyektil yang sudah diluncurkan itu tanpa diketahui itu, merupakan rudal balistik dengan jarak tempuh yang pendek. Sebetulnya peluncuran dari rudal ini seharusnya dilakukan bersama dengan Amerika Serikat, tetapi harus tertunda karena pandemi dari COVID – 19 sehingga peluncuran ini diberlakukan selang beberapa hari dari penundaan latihan bersama itu.

Sudah lama tidak melakukan uji coba dari rudal kurang lebih 18 tahun ini, akhirnya kembali uji coba pada tahun kemarin tepatnya di bulan Mei. Ini membuat uji coba yang lainnya akan diperbanyak. Di tahun 2019 sudah melakukan peluncuran dari rudal tepatnya di bulan November yaitu roket multiper super besar. Professor Leif  Eric – Easley mengutarakan bahwa, “AS dan Korea Selatan menunda latihan mereka dan menawarkan bantuan kemanusiaan, tapi tidak mendapat reaksi positif dari rezim Kim (Jong Un) yang melihatnya kurang bermanfaat dalam memulai kembali diplomasi,” * lalu menambahkan uji coba itu terlihat kurang provokatif jika dilihat dari kemampuan yang dimiliki oleh Korea Utara.

Kim Jong Un selaku pimpinan dari kota ginseng itu menuturkan, untuk memutuskan tangguhan dari uji coba rudal jarak jauh dan juga nuklir yang sudah didiskusikan bersama dengan Amerika Serikat, sehingga sudah resmi terputus. Ucapan gertakan yang keluar dari mulut Kim adalah “Dunia akan menyaksikan senjata strategis baru dalam waktu dekat” *.

Sebelumnya sudah menerima larangan atas peluncuran rudah balistik itu dari Dewan Keamanan PBB, serta mendapat kritikan dari Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bahwa Korut sudah menembahkan rudah balisitik. Yang di mana Abe menerima ledekan dari media pemerintahan Korut bahwa Abe itu ‘bodoh’.

Jika sudah membicarakan tentang program nuklir antara Amerika Serikat dan juga Korea Utara itu belum menemukan titik terangnya. Karena sebelum sudah pernah didiskusikan dari tahun 2018, yang di mana dibicarakan di negara Singapura, tetapi diskusi antara mereka ini menjadi perdebatan. Setahun kemudian dipertemukan kembali para pimpinan AS dan juga Korea Utara ini di negara Vietnam. Namun akhirnya dari diskusi yang mereka lakukan ini memiliki durasi yang singkat, tanpa diakhiri dengan kata sepakat satu sama lainnya.

Di tahun 2019 akhir, yang di mana Korea Utara melontarkan uji coba senjata – senjata dalam skala kecil. Ini dilakukan hanya untuk memberi desakan kepada negeri paman sam untuk membuat konsesi. Tetapi tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan oleh Korut, karena desakannya ini mendapatkan penolakan. Bahkan memberikan serangan balik untuk Korut agar menjauh dan pergi dari program nuklir AS.

Uji coba Artileri Laras Jauh

Dibawah pengawasan Kim Jong Un , uji coba peluncuran dari artileri jarak jauh ini. “Beliau memberi tahu para prajurit untuk tetap menanamkan ‘kehendak baja dan jiwa patriotik hebat seperti dinding baja melindungi tanah air sosialis,” *  ucap KCNA. Gagal fokus dengan tampilan yang ditunjukan oleh Kim Jong Un saat sedang mengawasi rudal yang diluncurkan, yang di mana dia mengenakan mantel berwarna hitam dengan aksesori topi dikepalanya juga terdapat bulu yang menempel khas Rusia. Berbeda dengan petinggi militer yang berada dibelakangnya, dia tidak menggunakan masker, disaat gencarnya corona yang menyebar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *