INI DIA PERUBAHAN YANG DI ALAMI AFGHANISTAN SELAMA 18 TAHUN DI INVASI OLEH AS

Invasi militer merupakan sebuah aksi militer angkatan bersenjata disuatu negara, yang menguasai daerah di negara yang lain, tujuan lain nya untuk memberi perubahan pada pemeritahan yang tengah berkusa. Invasi militer yang telah dilakukan ke Afghanistan, invasi ini awal nya bermulai di tahun 2001 sudah mengubah wajah negara di Asia Tengah itu. Sesudah penyerangan teroris 9/11, Negeri Amerika Serikat yang dengan sigap membuuru Al – Qaeda hingga tempat – tempat perlindungan yang di ada oleh pemerintah Taliban pada kala itu.

18 tahun berlalu dari tragedi hal tersebut, AS dan Taliban, yang sudah menandatangani perjanjian damai. Di Doha Qatar, pada hari Sabtu (29/2/2020) perjanjian ini berisi kan tentang mengakhiri invasi AS di Afghanistan yang sudah hampir dua dekade terlampaui.

1.Perang Menghadapi Teroris

Pada tanggal 7 Oktober 2001, tidak sampai sebulan sesudah penyerangan pada tanggal 11 September yang memakan korban jiwa sebanyak 3.000 jiwa di AS, kala itu sedang berada dalam kepemimpinan presiden George W. Bush yang meluncur kan operasi “Enduring Freedom” di Afghanistan. Taliban yang adalah rezim fundamentalis di Afghanistan, yang memberikan  perlindungan kepada Osama bin Laden dan gerakan Al – Qaeda yang melakukan serangan 9/11.

Yang di mana operasi tersebut memberi ruang terhadap front militer di AS untuk melakukan aksi  melawan terorisme. Di dalam waktu beberapa minggu, pasukan AS mampu menjatuh kan Taliban yang pada masanya sedang berkuasa sejak tahun 1996 itu.

Selain mengerahkan serangan melalui jalur udara, kubu dari Washington DC yang juga memberikan dukungan pada aliansi utara Afghanistan untuk  melawan Taliban. Dukungan yang di berikan seperti tim paramiliter dari CIA dan pasukan khusus. Pada November 2001, sebanyak 1.000 tentara dari AS beroperasi di Afghanistan dan memberikan tambahan pasukan menjadi 10.000 di tahun berikut nya.

2.Perang yang Terlupakan

Perhatian dari Amerika yang teralih kan dari Afghanistan, saat pasukan Amerika memberika serangan ke Irak pada tahun 2003 yang bertujuan agar rezim Saddam Hussein di jatuhkan. Yang di mana di fitnah menyimpan senjata pemusnah massal. Setelah itu Taliban bersama dengan pasukan islam yang lain nya, melakukanp pertemuan kembali di benteng yang berlokasi di Afghanistan Selatan dan Timur.

Karena saat mereka berada di sana, mereka dengan mudah dapat melakukan perjalanan antar pangkalan dan melancar kan aksi pemberontakan nya. Pada tahun 2008, komando Amerika di Afghanistan yang meminta agar pasukannya di tambahkan. Bush tidak segan – segan menyetujui penambahan pasukan tersebut, tambahan prajurit itu sejumlah 48.500 yang diterjunkan.

3.Titik Tertinggi 100.000 Pasukan

Pada tahun 2009, yang di mana masa kepemimpinan AS di pimpin oleh presiden Barack Obama yang berjanji akan mengakhiri perang yang berada di Irak dan juga Afghanistan. Tetapi sangkaan nya  malah memberikan tambahan pasukan AS yaitu sekitar 68.000 yang di kerah kan.

Pada bulan Desember 2009, Barack Obama mengirim kan lagi tambahan pasukan nya yaitu sekitar 30.000 prajurit. Obama yang mengatakan tentang tujuan nya untuk menghalangi pemberontaan Taliban yang sedang berada pada situasi memanas, sehingga memperkuat institusi di Afghanistan. Tidak hanya itu pada tahun 2010, lebih dari 150.000 tentara asing yang diterjun kan di Afghanistan. Dari tota tersebut, sejumlah 100.000 nya adalah orang Amerika.

4.Meninggal nya bin Laden

Pada tanggal 2 mei 2011 Osama bin Laden yang mati di dalam operasi khusus pasukan AS tepat nya di Pakistan.

TRAGEDI BOM YANG TERJADI DI HOTEL SOMALIA, MENELAN KORBAN JIWA

Tragedi serangan senjata dan bom yang dilaporkan dari kelompok Al – Shabaab tepat nya berlokasi di hotel yang dekat pantai Lido di Mogadishu, Somalia menelan korban jiwa sebanyak 11 orang. Yang di mana termasuk 10 warga sipil dan satu nya lagi adalah petugas dari kepolisian pada hari Minggu (16/8/2020) waktu setempat.

Juru bicara kementrian informasi Ismael mukhtaar omar yang menuturkan bahwa membutuhkan waktu selama empat jam untuk pasukan keamanan untuk mengendalikan hotel sesudah lima penyerang yang mengepung nya pada hari minggu malam.

Tetapi, omar yang tidak menjelaskan dengan detail tentang bagaimana pasukan keamanan Somalia yang dapat mengakhiri nya pengepungan di dalam hotel itu dan membunuh para penyerang nya, yang di satu sisi juga mereka melakukan aksi penyanderaan. Sebelum nya, saat pengepungan itu sedang berlangsung, pihak keamanan yang menuturkan kepada AFP yang secara tidak diketahui, merupakan salah satu dari penyerang nya yang tewas di dalam ledakan bom mobil yang dipicu dari serangan itu dan dua yang lain nya tewas di dalam aksi tembak menembak.

Petugas ambulans yang berada di tempat kejadian memberikan kesaksian, bahwa sedikit nya 28 orang mengalami luka – luka. Selain itu ada saksi mata yang berbicara bahwa serangan itu yang di awali dari ledakan besar dan orang – orang berlari an dari tempat itu, sebab suara dari tembakan yang terdengar dari hotel yang sering di datangi oleh para pejabat pemerintah.

“Ledakan itu sangat besar dan saya bisa melihat asap di daerah itu. Ada kekacauan dan orang-orang mengungsi dari gedung-gedung di dekatnya,” kata Ali Sayid Adan, selaku saksi. (sumber dari cnnindonesia.com). Selain saksi ali sayid yang memberikan informasi itu, rekan nya juga mengatakan bahwa korban yang tewas itu termasuk pejabat pemerintah abdirasak abdi, yang bekerja di kementerian informasi.

Al – shabaab menuturkan bahwa mereka akan bertanggung jawab atas tragedi penyerangan itu, lewat pernyatan yang di terjemahkan oleh SITE Intelligence Group. Pernyataan itu yang mengklaim bahwa para pelaku yang mengambil kemudi atas hotel di dalam operasi pencarian martir.

Pada tahun 1991, pernah terjadi kekacauan di Somalia sesudah penggulingan rezim militer di masa presiden Siad Barre, yang mengakibatkan perang suku yang terjadi selama bertahun – tahun, tak hanya itu kebangkitan Al – shabaab yang sempat menguasai sebagian besar negara dan mogaishu.

Al –shabaab yang di usir dari ibu kota pada tahun 2011 silam, tetapi militant nya yang terus adu perang melawan pemerintah, dengan melakukan serangan yang terus menerus.

Pada minggu yang lalu, empat pejuang shabaab yang di tahan di penjara pusat Mogadishu tewas di dalam adu tembak yang sangat sengit dengan pasukan keamanan sesudah mereka mendapatkan  senjata yang berada di dalam fasilitas, yang tidak tahu bagaimana bisa mendapat kan nya.

Kelompok yang sudah menandai hotel itu beberapa kali selama bertahun – tahun termasuk pada bulan februari tahun 2019, saat menelan korban jiwa sedikit nya 20 orang di dalam sebuah bom mobil dan serangan senjata di sebuah hotel di mogadishi yang berlangsung sekitar hampir 24 jam.

Pada sebulan sebelum nya, al – shabaab yang menelan korban jiwa sebanyak 21 orang di dalam pengepungan di hotel kelas atas di ibukota Kenya.

KRISIS EKONOMI YANG MELANDA LEBANON

Ledakan yang terjadi di Beirut merupakan masa – masa sulit yang harus di lalui Lebanon, sekaligu menguak terjadi ke bobrokan lain di negara tersebut. Karena sebelum nya Lebanon sudah di landa oleh krisis ekonomi yang membuat puluhan ribu orang masuk ke dalam jurang kemiskinan dan memicu protes berskala besar utnuk menentang pemerintah. Krisis ekonomi bahkan sudah terjadi sebelum dari pandemi COVID – 19 terjadi,

Mengapa bisa terjadi krisis ekonomi pada Lebanon?

Ini karena kan jumlah utang Lebanon yang sudah tinggi, bahkan sudah menempati urutan ke tiga di dunia, bila dibanding kan dengan selisih uang yang dihasilkan nya.

BBC pada hari Rabu (5/8/2020) melaporkan bahwa pengangguran di Lebanon sudah mencapai 25 persen dan hampir sepertiga dari penduduk yang di hidup di bawah garis kemiskinan. Pada akhir tahun yang lalu juga terungkap apa yang sudah di teliti bahwa skema piramida efektif yang di sponsori negara, atau skema Ponzi yang dijalan kan oleh bank sentral.

Bank sentral meminjam dari bank – bank komersial dengan tingkat bunga di atas pasar, yang bertujuan agar membayar kembali utang nya sekaligus mempertahankan nilai tukar mata uang Lebanon dengan dolar AS. Ini mengakibatkan, masyarakat menjadi frutasi atas kegagalan pemerintah dalam menyediakan kebutuhan pokok.

Lalu terjadi, pemadaman lisstrik yang terjadi di setiap hari nya, kekurangan air bersih, layanan kesehatan publik yang terbatas, dan koneksi internet yang kata nya terburuk di dunia. Banyak masyarakat yang menyalahkan para penguasa yang mendominasi dunia politi selama bertahun –tahun, sudah menimbun kekayaan dan tidak melakukan perubahan yang besar di dalam menyelesaikan masalah negara.

Gelombang protes yang terus meningkat

Pada awal bulan Oktober 2019, kekurangan mata uang asing yang membuat pound Lebanon menjadi kehilangan nilai terhadap dollar untuk pertama kali nya di dalam dua dekade. Saat importir gandum  dan bahan bakar meminta di bayar dalam mata uang dollar, serikat pekerja melakukan pemogokan.

Kemudia, terjadi kebakaran hutan yang padahal sebelum nya belum pernah terjadi di pegunungan barat negara itu yang menyoroti minim nya dana dan kelengkapan dari layanan pemadam kebakaran. Para pertengahan bulan Oktober 2019, pemerintah memberikan usulan pajak buru untuk tembakau, bensin, dan telepon dari aplikasi seperti WhatsaApp agar mendapatkan lebih banyak keuntungan. Tetapi reaksi keras dari masyarakat Lebanon membuat rencana ini di batalkan.

Puluhan ribu orang turun ke jalan, yang menjadi awal dari mundur nya Perdana Menteri Saad Hariri, aksi protes itu melibatkan semua sectarian yang merupakan fenomena langka, sejak perang saudara di Lebanon pada tahun 1975 – 1989. Ini mengakibatkan roda kehidupan Lebanon pun terhenti.

COVID – 19 MEMPERBURUK SITUASI

Sesudah kematian yang di akibatkan dari COVID – 19 ini dan terjadi nya pelonjakan kasus, lockdown pun diberlakukan pada pertengah bulan Maret agar mencegah penyebaran virus corona. Di sisi lain memang meredakan amarah dari aksi unjuk rasa, tetapi membuat krisis ekonomi semaki parah yang menguak ketidakmampuan sistem kesejateraan sosial Lebanon.

Kesulitan ekonomi yang meningkat memicu kerusuhan yang beru. Pada bulan April seorang pemuda di tembak mati oleh tentara dalam demo yang sedang berlangsung ricuh di Tripoli, dan beberapa bank di bakar. Sementara itu pemerintah menyetujui rencana soal pemulihan yang di harapkan dapat mengakhiri krisis ekonomi, dan mendapat bantuan dari International Monetary Fund (IMF) senilai 10 miliar dollar AS.

KERUSUHAN YANG TERJADI DI INDIA, MENENTANG UU KEWARGANEGARAAN KONTROVERSIA

Momen yang tidak di inginkan terjadi di India, kerusuhan yang terjadi di ibu kota New Delhi yang menelan korban jiwa sampai 42 orang. Bentrok yang terjadi pada hari Minggu (23/2/2020), dan mengalami eskalasi saat presiden amerika serikat (AS) Donald Trump yang berkunjug selama dua hari.

Para korban yang tewas di tragedi kerusuhan yang berada di India tidak hanya terjadi dari kalangan warga sipil, tetapi juga pada polisi yang sedang menjaga keamanan. Ketegangan yang dipicu UU Kewarganegaraan kontroversial, citizenship amendment act atau CAA yang disahkan oleh pemerintah pada tahun 2019.

Kerusuhan di India Menentang UU Kewarganegaraan

1. Apa itu UU Kewarganegaraan Baru atau Citizenship Amendment Act?

Di kutip dari BBC, CAA atau di kenal sebagai Citizenship Amendment Bill atau CAB adalah amendemen UU Kewarganegaraan lama India yang sudah berusia 64 tahun. Pada dasar nya, undang – udang tersebut mengartikan tentang migran illegal adalah mereka yan masuk ke kawasan India tetapi tidak di sertai dengan dokumen yang resmi, atau tinggal dari masa berlaku visa. Seorang migran yang harus tinggi di India, atau bekerja bagi negara selama 11 tahun sebelum mereka dapat mengajukan proses menjadi warga negara. Tetapi, dalam CAA terkandung pengecualian bagi mereka yang berasal dari enam komunitas keagamaan minoritas seperti Hindu, Sikh, Buddha, Jain, Parsi, dan Kristen. Lalu mereka dapat mengajukan izin untuk tingga jika mereka dapat membuktikan diri berasal dari negara seperti Pakistan, Afghanistan, dan juga Bangladesh. Mereka di haruskna untuk tinggal dan bekerja di negeri Bollywood selama enam tahun. Sebelum dapat di naturalisai sebagai warna negara India.

2. Mengapa Aturan Ini Begitu Kontroversial?

Kelompok yang tidak setuju menyatakan, UU Kewarganegaraan yang di amandemen ini di anggap eksklusif dan melanggar prinsip sekularitas yang di lindungi oleh konstitusi. Konstitusi India dengan tegas nya memberi larangan ada nya diskriminasi agama dan menganggap seluruh warga adalah sama di mata hukum. Pengacara yang berasal dari New Delhi, Gautam Bhatia, mengatakan bahwa UU tersebut sudah jelas untuk warga negara yang menjadi muslim dan non muslim. Dia menyinggung UU itu secara eksplisit dan terang – terangan berusaha untuk memperkuat upaya terhadap ada nya diskriminasi agama di sana. Kritik yang keluar menyatakan, bahwa memang ingin melindungi minoritas, UU tersebut seharus nya mengikut sertakan muslim yang di persekusi di negara nya sendiri. Misal nya pada kaum Ahmadiyah di Pakistan serta Rohingya di Myanmar. Kritik itu membuat politisi para penguasa, Bharatiya Janata Party (BJP) angkat bicara. Politsi senior BJP Ram Madhav menyatakan bahwa UU tersebut di peruntukan untuk menangkal India dari migra illegal yang akan masuk.

3. Suasana yang Menegangkan Selama Tiga Hari

Sejak Minggu, massa yang juga pendukung mau pun penentang UU Kewarganegaraan yang kontroversial saling menyerang, juga saling serang dengan polisi yang juga menjadi korban di tragedi tersebut. Kerusuhan pertama yang terjadi pada hari Minggu, di mana masa pendukung dan yang tidak mendukung terlibat kerusuhan di sebelah timur ibu kota Delhi. Ketegangan yang sudah terjadi di tiga area yang mayoritas nya di tinggali oleh kaum beragama muslim. Awal nya memprotes blockade dari massa penentang. Tidak lama kemudian, aksi lempar – lemparan batu pun terjadi.